Cerita Dzakya, Resign Demi Bangun Kedai Kopi Impian

“Beberapa orang mungkin memiliki target untuk bekerja di kantor yang nyaman setelah lulus kuliah.

Tapi sebagian lagi, memilih jalan yang lebih menantang dengan memulai bisnisnya sendiri.”

Menjadi wirausaha atau pebisnis memang tidak selalu mudah. Selain banyak tantangan yang dihadapi, komitmen dan kesiapan Anda pun juga diuji. Apalagi ketika Anda harus memilih antara penghasilan kantor yang tetap saat ini atau memulai bisnis sendiri.

Ditahun 2016, Lukman Dzakya Yudha (29) memberanikan diri untuk resign dari kantor dan membangun kedai kopi impiannya, Arkadas Kahve. Nama Arkadas Kahve sendiri diambil dari bahasa Turki yang artinya “teman ngopi”. Alasannya memilih nama ini simpel, Dzakya menganggap semua pelanggan yang datang adalah teman. Mereka bahkan diperbolehkan untuk belajar dan menyeduh kopi sendiri di Arkadas Kahve.

Perkenalan Dzakya terhadap industri kopi sebenarnya tidak terbilang baru. Ditahun 2011, Dzakya sempat bekerja di salah satu kedai kopi ternama di Kota Bandung sebagai waiter. Berkat kerja keras dan ketertarikan yang kuat terhadap kopi, Dzakya pun dipercaya untuk menyeduh kopi beberapa waktu setelahnya.

Kecintaan Dzakya terhadap kopi juga terlihat dari caranya didalam mendapatkan biji kopi untuk kedainya. Alih-alih membeli dari supplier, Dzakya lebih memilih untuk menanam sendiri benih kopi yang digunakan. Ia bersama teman-temannya menanam benih kopi Arabica Wangunjava di lokasi Cikalong Wetan.

Setelah berjalan 2 tahun, Arkadas Kahve kini sudah mendapatkan tempat dihati pecinta kopi khususnya di area Cimahi.

Menggunakan Sellfazz untuk Tingkatkan Kualitas Layanan

Sadar akan kebutuhan yang terus berkembang, Dzakya pun akhirnya memutuskan untuk menggunakan sistem POS agar dapat mengingkatkan pelayanan kedai kopinya. Salah seorang teman menyarankan Dzakya untuk mencoba aplikasi kasir Sellfazz POS untuk menggantikan aktivitas kasir yang masih konvensional. Setelah satu tahun pemakaian, aplikasi Sellfazz dinilai cukup membantu didalam menjalankan Arkadas Kahve. Ia merasa sangat terbantu terutama dalam membuat pesanan ketika sedang ramai.

“Bagi saya aplikasi Sellfazz itu unik dan simpel! Sudah sekitar satu tahun saya menggunakan Sellfazz dan sekarang saya tidak membutuhkan kalkulator lagi,” ungkapnya.

Nah Pebisnis Maju, itulah cerita Dzakya dalam menjalankan Kedai Arkadas Kahve miliknya bersama Sellfazz.

Pebisnis Maju punya cerita menarik seputar bisnis dan aplikasi Sellfazz?

Yuk, ceritakan melalui sosial media kami dan bagi yang beruntung akan kami hubungi!

Jangan lupa untuk update aplikasi Sellfazz kalian supaya bisa terus mendapatkan kemudahan dalam berjualan bersama kami!

Related Posts

Manfaat Laporan Keuangan untuk Bisnis Restoran
Cerita Liliany, Jalankan Cafe Home Culinary berbekal Alikasi Sellfazz
Cerita Liliany, Jalankan Cafe Home Culinary berbekal Aplikasi Sellfazz
Cerita Teja, Jalani Bisnis Diamond Victory sekaligus Menjadi Mahasiswa S2
Cerita Teja, Jalani Bisnis Diamond Victory sekaligus Menjadi Mahasiswa S2
6 Hal Penting Bagi Anda Pebisnis Minuman Kopi Cepat Saji
6 Hal Penting Bagi Anda Pebisnis Minuman Kopi Cepat Saji