Cerita Tunjung, Dari Jamu Racikan Jadi Bisnis yang Menjanjikan

“Sebagai orang Indonesia pasti sudah tidak asing dengan yang namanya jamu. 

Meskipun saat ini sulit ditemukan terutama di kota-kota besar, tidak dapat dipungkiri bahwa minuman tradisional yang satu ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita.”

Kesadaran masyarakat modern terhadap pentingnya menerapkan hidup sehat, membuat Jamu kembali banyak diminati.

Hal inilah yang dilihat oleh Tunjung Adriyanto (33) sebagai peluang usaha. Alih-alih mengikuti tren mainstream, Tunjung lebih memilih untuk mendirikan brand jamu racikan bernama Javanic.

Menurutnya, saat ini permintaan Jamu yang terus meningkat masih belum banyak direspon pelaku bisnis. Hal inilah membuat Tunjung percaya akan optimis terhadap potensi dari bisnis jamu yang dijalaninya.

Sebenarnya Tunjung tidak memulai bisnis ini seorang diri. Sang ibu ternyata sudah lebih dulu mulai meracik jamu dari tahun 2016. Selama itu pula ia melihat bahwa terjadi peningkatan dari segi jumlah permintaan pelanggan terhadap jamu buatan ibunya tersebut.  Kemudian di awal tahun 2019, ia memberanikan diri untuk memperluas pasar jamu tersebut dengan nama Javanic. Dengan cara yang lebih modern, Tunjung memanfaatkan berbagai platform online untuk memperluas pasar dan Point Of Sale untuk tingkatkan pelayanan.

Sellfazz, menjadi aplikasi kasir pilihan Tunjung sejak awal memutuskan untuk serius dalam menjalankan bisnis @javanic.

“Bagi saya aplikasi Sellfazz sangat membantu sekali sebagai pemula. Saya bisa melakuan record nama dan nomor telfon pelanggan dengan mudah. Fitur pengingat jatuh tempo juga sangat memudahkan saya didalam mengelola pesanan reseller yang datang, ungkapnya.”

Kunci dari Bisnis yang Berkembang Versi Tunjung

Meskipun terbilang cukup baru, Javanic sendiri sudah berhasil mencuri perhatian di masyarakat. Tidak hanya dari dalam jakarta, saat ini Tunjung juga sudah disibukkan dengan banyaknya permintaan yang datang dari luar kota. 

Perkembangan Javanic yang cukup pesat ini bukan terjadi tanpa sebab. Tunjung sendiri memastikan ada 2 kunci yang disiplin ia perhatikan dalam proses produksinya yaitu kebersihan dan bahan baku.

“Sebagai produsen, bahan baku merupakan komponen paling penting. Jadi harus selalu dipastikan jumlah dan ketersediaannya agar proses produksi bisa terus dijalankan tanpa kendala,” kata Tunjung.

Tunjung juga mengatakan bahwa sebagai produsen minuman, kebersihan adalah sesuatu yang tidak bisa ditoleransi. Baginya memastikan kebersihan semua produk yang dikonsumsi oleh pelanggannya adalah sebuah kewajiban. Dua prinsip inilah yang membuat produk Javanic dipercaya dan selalu dibanjiri permintaan.

Saat ini, Tunjung sedang merencanakan untuk memperluas pasar Javanic dan membuka cabang baru dalam waktu dekat.

Nah Pebisnis Maju, itulah cerita Tunjung bersama bisnis jamu racikannya, Javanic. 

Pebisnis Maju punya cerita menarik seputar bisnis dan aplikasi Sellfazz?

Yuk, ceritakan melalui sosial media kami dan bagi yang beruntung akan kami hubungi!

Jangan lupa untuk selalu update aplikasi Sellfazz kalian supaya bisa terus mendapatkan kemudahan dalam berjualan bersama kami!